Api, Asap dan Tenda Pertama

 

Lokasi : Gunung Timau, Amfoang Tengah, Kupang, Nusa Tenggara Timur




Ada alasan mengapa segala sesuatu yang pertama selalu menjadi hal-hal yang sulit terlupakan. mungkin karena terlalu berkesan dalam hati dan pikiran kita atau bisa jadi hal pertama yang kita lakukan menghadirkan banyak pengalaman pertama yang enggan untuk dilupakan. Semua orang memiliki kesan tersendiri dari pengalaman pertama yang dilakukan atau didapat, namun tidak banyak yang mempublikasikannya ke sosial media masing-masing. Ada yang lebih memilih bercerita kepada teman, sahabat, keluarga ataupun pasangan (kalau ada). Tapi, ada juga yang lebih memilih untuk menyimpan semua dalam hati dan pikiran masing-masing, baginya lebih baik dia dan Tuhan yang tahu bagaimana hal pertama yang didapat bekerja dalam hidupnya dan inilah kenapa hal pertama itu sulit dilupakan. Apalagi cinta pertama iya kan?heheheh. Apakah teman-teman semua punya hal pertama yang paling berkesan?, dan bagaimana cara teman-teman mengekspresikannya dalam kehidupan teman-teman?. 



Banyak hal-hal pertama yang terjadi dalam perjalanan hidup saya dan semuanya memiliki cerita dan kesannya tersendiri yang tidak akan cukup jika saya menceritakannya satu persatu. Tapi yang satu ini adalah hal pertama saya yang paling berkesan sejauh ini. Yapss, itu adalah pertama kalinya saya naik gunung bersama teman-teman saya. Bagaimana tidak berkesan saya ditemani oleh orang-orang yang luar biasa tapi tidak kadaluarsa, hehehe.  Ceritanya dimulai sebulan lalu, tepatnya pada tanggal 14 Juni 2021. Waktu itu saya dan 9 orang teman saya lainnya berangkat dari kota Kupang ke lokasi gunung Timau untuk melakukan pendakian di sana. Lokasi gunung Timau ini berada di desa Bitobe, Kecamata Amfoang Tengah, Kab Kupang, Nusa Tenggara Timur. Tinggi gunung Timau yaitu 1774 MDPL, cocok buat teman-teman yang pemula dalam hal pendakian bisalah sesekali main kesana. Dijamin ampuh hilangkan stress. Jarak dari pusat kota kupang ke lokasi gunung Timau ± 152 km atau sekitar 4 jam 31 menit perjalanan. Transportasi yang kami gunakan adalah sepeda motor. Akses jalan ke sana juga cukup baik, karna ketika kita tiba di jalan utama menuju gunung timau kita akan disuguhkan dengan pemandangan jalanannya yang cukup baik.




Perjalanan ke sana cukup melelahkan, tapi semua rasa lelah yang ada serasa hilang di tengah perjalanan karena sepanjang jalan ke sana kita akan disuguhkan dengan pemandangan-pemandangan indah padang rumputnya yang enak dipandang dan nikmat dipendam. Setelah perjalanan yang begitu panjang kami akhirnya tiba di desa Bitobe. Kami disambut baik di rumah salah seorang penduduk yang menerima kami di sana. Pendudukyang ramah, udara yang sejuk, dan pemandangannya yang menawan membuat kita sangat betah berada di sana. Singkat cerita, kami tiba dikaki gunung Timau, waktu itu sekitar pukul 16.00 sore. Waktu itu suhu disana sekitar 11⁰ C, jadi buat teman-teman yang mau kesana jangan lupa jeket tambahan yah. Kamipun mulai berjalan menyusuri hutan untuk sampai ke tempat dimana kami akan mendirikan tenda untuk bermalam. Hari mulai gelap dan kami mulai berpacuh dengan waktu dan kabut yang mulai turun membasahi jari-jemari kami. Kami hanya mengandalkan keyakinan dalam diri untuk terus berjalan dan berjalan, hingga kami menemukan tempat yang cocok buat mendirikan tenda dan waktu sekitar pukul 18.00 sore. Lokasinya berada di tengah-tengah gunung dan kami dikelilingi oleh ratusan bahkan ribuan pohon-pohon besar. Dan yeaaah itu adalah kali pertama bagi saya, dan bahkan untuk teman-teman sayapun itu yang pertama. Rasa takut kami dikalahkan dengan keyakinan kami bahwa kami akan bangun pada hari berikutnya, ditambah lagi dengan pemandangan langit malam yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Kami menikmati waktu yang ada malam itu, serasa tidak ada beban yang melekat di jiwa bisa dilihat dari ekspresi wajah kami saat itu. Sungguh kenikmatan dunia yang tidak bisa didustai.
Awali pagi hari dengan senyuman. Kalau tidak ada yang mau dikasih senyum, ya senyum-senyum sendiri.



Waktu berlalu dan jam menunjukan pukul 04.00 pagi, kami bergegas untuk menuju puncak gunung Timau dengan penerangan yang cukup kamipun berangkat tidak lupah kami menaikan doa agar kami diberkti untuk menikmati karya Tuhan yang ada. Jalan yang menanjak dan sempit dan keadaan yang masih gelap membuat kami harus berjalan dengan formasi yang di kreasi lewat sosialisasi. Perlahan namun pasti kami mulai melihat puncak tertinggi gunung Timau. Tepat jam 05.00 kami di tiba di puncaknya dan lagi-lagi rasa lelah kami dipecundangi oleh rasa takjub kami. Begitu indah pemandangan pagi yang dipertunjukan, lukisan alam di pagi hari selalu penuh nuansa keindahan yang tak terlukiskan dengan kata-kata. Cukup diam dan menatap kedepan melihat semua keindahan alam ini sambil bersyukur dengan apa yang bisa kami lakuan. Setelah selesai mengabadikan semua moment pagi itu kami bergegas turun kembali ke perkemahan dan bersiap untuk kembali pulang. Begitu banyak hal yang kami dapat dari perjalanan ini. Kami tahu bahwa perjalanan sejauh apapun itu dimulai dengan langkah pertama. Jangan lupa bersyukur buat keindahan alam yang Tuhan suguhkan kepada kita, mari kita rawat dan kita lestarikan bersama. SLM๐Ÿ‘‹๐Ÿ˜Š
Sunrise di Gunung Timau




Komentar

  1. Mantap mas.
    Gass terus dalam berkarya ๐ŸคŸ

    BalasHapus
  2. Semangatt terus dalam memperkenalkan keindahan alam di NTT๐Ÿ’ช๐Ÿค˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap kak. Pantau terus Blogg ini biar bisa update tulisan berikutnya

      Hapus
  3. gass bradeer jang lama-lama le. Tapi persiapan dolo

    BalasHapus
  4. Mantapp kk La ... Skali2 ajak ktg koo ๐Ÿ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih. heheh, bisa-bisa intinya sn sibuk sa

      Hapus
  5. Smngt bisa yo bisa๐Ÿ˜˜

    BalasHapus
  6. Mantull anak๐Ÿ‘๐Ÿ’ž
    Semangat terus dan telusuri keindahan alam di NTT yang lain๐ŸŒฟ

    BalasHapus
  7. Semangat yoooo ๐Ÿ˜˜
    B tunggu di ajak

    BalasHapus
  8. Oke pas mantap, makasih su buat b pengen pi sana ๐Ÿค—

    BalasHapus

Posting Komentar